Penyelenggaraan kegiatan edukasi desa wisata yang diikuti oleh para pelajar kelas XI sukses memberikan pemahaman berharga mengenai tata kelola potensi pariwisata berbasis masyarakat lokal. Melalui kegiatan studi lapangan yang berlangsung selama tiga hari di salah satu desa pedesaan, para siswa belajar cara mengidentifikasi potensi seni budaya, keindahan alam, serta kuliner tradisional untuk dikembangkan menjadi paket wisata menarik. Para murid berinteraksi langsung dengan warga desa dan pengelola kelompok sadar wisata lokal untuk memahami strategi promosi destinasi.
Para siswa dibagi ke dalam beberapa tim riset yang bertugas menyusun konsep pemetaan alur wisata, pembuatan peta panduan pengunjung digital, serta ide promosi melalui media sosial. Mereka diajarkan cara mengemas atraksi kebudayaan lokal, seperti tarian tradisional dan pembuatan kerajinan tangan, agar memiliki daya pikat tinggi bagi wisatawan tanpa merusak keaslian tradisi. Pengalaman belajar di tengah masyarakat desa ini melatih keterampilan berpikir kritis, riset lapangan, serta kepekaan sosial para murid.
Penguasaan konsep desa wisata ini terbukti berhasil membakar semangat para pelajar untuk turut serta memajukan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata berkelanjutan. Banyak siswa mengaku baru menyadari bahwa wilayah pedesaan memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat luar biasa jika dikelola secara profesional dan kreatif. Keterampilan ini dapat dimanfaatkan para siswa untuk membantu mempromosikan potensi daerah tempat tinggal mereka sendiri agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Pihak sekolah mengapresiasi tinggi laporan hasil riset dan gagasan kreatif yang disusun oleh para siswa setelah kembali dari kegiatan studi lapangan. Gagasan-gagasan inovatif buatan para murid mengenai pengembangan sistem reservasi digital dan tata kelola lingkungan desa wisata diserahkan kepada pihak pengelola desa setempat sebagai masukan pembangunan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pembelajaran luar kelas mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang nyata bagi kemajuan masyarakat pedesaan.
Melalui sosialisasi tata kelola desa wisata ini, sekolah berharap dapat melahirkan generasi muda yang peduli, bangga, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal. Pengetahuan mengenai pariwisata ramah lingkungan dan kemasyarakatan akan menjadi bekal modal sosial yang berharga bagi para murid di masa depan. Sekolah akan terus menggelar program-program edukasi lapangan serupa demi memperkaya wawasan praktis dan kepedulian sosial seluruh peserta didik.
