Pihak sekolah menguatkan pelestarian budaya lokal melalui penerapan kurikulum muatan lokal unggulan yang wajib diikuti oleh seluruh tingkat kelas harian. Langkah ini diambil untuk mengenalkan nilai-nilai tradisi, bahasa daerah, dan seni pertunjukan nusantara kepada para murid sejak dini. Para siswa diajarkan cara memainkan alat musik tradisional, menari tarian daerah, serta membuat kerajinan tangan khas wilayah sekitar. Program edukasi budaya ini bertujuan membentuk identitas karakter generasi muda yang bangga akan warisan leluhur.
Pembelajaran muatan lokal disajikan secara menarik melalui kegiatan praktik langsung di sanggar seni sekolah yang dilengkapi sarana perlengkapan tradisional. Guru mengundang seniman dan budayawan lokal sebagai pengajar tamu untuk membagikan ilmu serta pengalaman seni otentik kepada murid. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap instruksi dan mempraktikkan keterampilan budaya baru bersama kawan-kawan sekelas. Pendekatan belajar interaktif ini berhasil menumbuhkan rasa cinta murid terhadap warisan tradisi bangsa.
Program pelestarian budaya ini diintegrasikan dengan kegiatan pagelaran seni tahunan di mana seluruh murid menampilkan hasil belajar mereka di panggung. Orang tua murid dan warga masyarakat diundang untuk menyaksikan pertunjukan tari, drama bahasa daerah, serta pameran karya seni siswa. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa kesenian tradisional tetap memiliki daya pikat tinggi di kalangan generasi muda era digital. Apresiasi tinggi mengalir dari para pengunjung atas keberhasilan acara tersebut.
Pengelola sekolah memfasilitasi kegiatan ini dengan menyediakan kostum tari daerah, alat musik gamelan, serta perpustakaan bahan bacaan sejarah lokal lengkap. Fasilitas fisik yang memadai ini sangat membantu para pengajar dalam menyampaikan materi muatan lokal secara maksimal dan efisien. Dukungan dana operasional dialokasikan secara khusus dari anggaran sekolah demi menjaga kelangsungan program pelestarian seni daerah ini. Komitmen sekolah dalam melestarikan budaya diwujudkan secara konsisten.
Evaluasi keberhasilan program pelestarian budaya dilakukan melalui penilaian karya dan penampilan praktik siswa pada setiap akhir semester ajaran baru. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan seni daerah yang sangat memuaskan pada sebagian besar peserta didik harian. Pihak sekolah bertekad untuk terus memperluas materi muatan lokal agar mencakup lebih banyak aspek kebudayaan nusantara lainnya. Warisan leluhur akan tetap lestari melalui tangan generasi muda berprestasi ini.
