Pemerintah Kota Padang menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan identitas lokal dengan menjadikan Budaya Minang sebagai materi pelajaran muatan lokal wajib di sekolah-sekolah. Keputusan ini, yang mulai diterapkan secara efektif pada tahun ajaran 2025/2026, merupakan langkah strategis untuk memastikan generasi muda tetap terhubung dengan akar budaya mereka di tengah arus globalisasi. Ini adalah upaya nyata untuk menanamkan nilai-nilai luhur adat dan tradisi sejak dini.
Inisiatif ini mencakup jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kota Padang. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Bapak Dr. Suryadi, S.Pd., M.Ed., dalam konferensi pers pada 15 Mei 2025, materi Budaya Minang akan diajarkan selama dua jam pelajaran setiap minggunya. Bahasa Minang juga akan digunakan sebagai bahasa pengantar utama dalam proses belajar mengajar mata pelajaran ini, sehingga siswa tidak hanya memahami nilai-nilainya tetapi juga terbiasa dengan bahasa ibu mereka.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk melestarikan kebudayaan Minangkabau yang kaya dan unik. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah, diharapkan pengetahuan tentang filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (Adat Berlandaskan Syariat, Syariat Berlandaskan Kitabullah), sistem kekerabatan matrilineal, rumah gadang, randai, hingga kuliner khas seperti rendang, dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini sesuai dengan amanat Permendikbud Nomor 20 Tahun 2003 yang memberikan ruang bagi pengembangan muatan lokal di kurikulum pendidikan.
Para guru yang akan mengajar materi Budaya Minang ini telah menjalani serangkaian pelatihan dan lokakarya intensif yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Padang bekerja sama dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dan Bundo Kanduang. Pelatihan tersebut, yang berlangsung dari 1 hingga 10 April 2025, difokuskan pada penguasaan konten budaya, metodologi pengajaran yang menarik, dan penggunaan Bahasa Minang secara efektif di kelas.
Diharapkan, dengan adanya materi wajib ini, anak-anak Padang tidak hanya menjadi pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, serta bangga akan identitas budaya mereka. Ini adalah investasi jangka panjang Pemkot Padang untuk menjaga warisan budaya dan membangun generasi penerus yang berakar kuat pada tradisi, namun tetap adaptif di era modern.
