Usaha mengatasi masalah kelangkaan air bersih di daerah berbatu terus dilakukan oleh pihak sekolah melalui penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan yang tepat guna. Pengelola sekolah menerapkan sistem pemanenan air hujan guna memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi harian seluruh warga sekolah di kawasan tersebut. Teknologi ini bekerja dengan menampung air hujan dari atap gedung, mengalirkannya melalui pipa penyaring khusus, dan menyimpannya di dalam tangki penampungan bawah tanah yang higienis. Inovasi mandiri ini menjadi solusi atas keterbatasan air.
Sistem penyaringan air berbasis bahan alami ini mengandalkan lapisan pasir, kerikil, arang aktif, serta sinar ultraviolet guna memastikan kualitas air aman dari kuman. Murid-murid diajarkan cara menguji kebersihan sistem pemanenan air serta tingkat keasaman dan kejernihan air hasil olahan di laboratorium IPA sekolah secara berkala setiap bulannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa air olahan hujan ini telah memenuhi standar kelayakan air bersih yang ditetapkan oleh dinas kesehatan. Keberhasilan inovasi ini memberikan rasa tenang bagi seluruh warga sekolah.
Selain memenuhi kebutuhan air harian sekolah, keberadaan fasilitas penampungan air ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi praktis mengenai konservasi sumber daya air bagi murid. Para guru mengajak siswa untuk mempelajari siklus air, teknik pengolahan air sederhana, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kawasan berbatu kapur. Siswa diajarkan untuk membiasakan diri hemat air dalam aktivitas harian di sekolah maupun di lingkungan rumah masing-masing. Kesadaran lingkungan para pelajar pun mengalami peningkatan bermakna.
Masyarakat sekitar kawasan berbatu kapur memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap keberhasilan sekolah dalam mengembangkan teknologi pengelolaan air hujan yang efisien ini. Pihak sekolah membuka diri untuk membagikan ilmu dan panduan teknis pembuatan sistem penampungan air hujan kepada warga masyarakat yang membutuhkan air bersih. Kerja sama antara sekolah dan warga setempat ini terbukti mampu membantu mengatasi krisis air saat musim kemarau panjang tiba harian. Dampak sosial keberadaan sekolah makin terasa nyata.
Pengembangan teknologi pemanenan air mandiri ini mendapat penghargaan dari pemerintah daerah sebagai contoh sukses penerapan teknologi tepat guna berwawasan lingkungan di sekolah. Pengelola sekolah bertekad untuk terus mengembangkan kapasitas tangki penampungan air serta meningkatkan mutu sistem penyaringan berbasis energi surya di masa depan. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lingkungan dapat diatasi melalui ilmu pengetahuan dan kreativitas manusia.
