Orang mencurigakan yang kerap terlihat berada di sekitar luar gerbang sekolah dapat menjadi indikasi awal dari munculnya potensi ancaman kejahatan seperti penculikan, pemerasan, atau transaksi terlarang. Para pelajar yang baru saja keluar dari area sekolah sering kali menjadi sasaran empuk karena situasi emosional mereka yang sedang lelah atau asyik mengobrol dengan teman-teman sebayanya. Oleh karena itu, pembekalan kepekaan diri untuk mendeteksi serta merespons pergerakan asing di luar perimeter sekolah menjadi program keselamatan yang sangat vital.
Materi pelatihan kewaspadaan menghadapi orang mencurigakan disampaikan oleh tim kepolisian dan satuan pengaman sekolah melalui simulasi lapangan yang interaktif dan praktis. Para murid diajar mengenali tanda-tanda perilaku aneh seperti orang asing yang mengambil foto tanpa izin, memberikan ajakan tumpangan gratis, atau menawarkan hadiah mencurigakan. Pelajar dilatih untuk selalu mengambil jarak aman, berani menolak ajakan orang yang tidak dikenal, serta segera berlari kembali ke dalam gerbang sekolah untuk meminta pertolongan satpam.
Selain pembekalan individu, pencegahan ancaman orang mencurigakan ini diperkuat dengan penerapan sistem sterilisasi dan penataan zona aman penjemputan siswa di luar gerbang sekolah. Pihak sekolah bekerja sama dengan petugas keamanan desa dan masyarakat sekitar untuk secara berkala menertibkan oknum-oknum yang tidak berkepentingan di area sekitar gerbang. Kehadiran pengawasan fisik yang ketat di area publik ini secara efektif melumpuhkan niat para pelaku kejahatan sebelum mereka sempat melancarkan aksi jahatnya.
Para siswa juga diingatkan untuk menerapkan sistem saling menjaga dengan cara keluar dari gerbang sekolah secara berombongan atau tidak berjalan sendirian di tempat yang sepi. Jika ada kawan sekelas yang terlihat sedang didekati oleh individu asing yang tidak dikenal, murid yang lain diajarkan untuk segera memanggil pengawas sekolah atau guru piket. Solidaritas dan kepekaan antar sesama pelajar ini menciptakan benteng pengawasan berbasis komunitas yang sangat tangguh terhadap berbagai bentuk ancaman luar.
Melalui pelatihan keselamatan yang terstruktur dan berkesinambungan, para siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang peka, sigap, serta tidak mudah menjadi korban dari aksi kejahatan jalanan. Mereka memiliki kesiapan fisik dan mental yang mantap untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun teman-teman sebayanya di manapun berada. Lingkungan sekolah pun sukses menjadi area yang benar-benar aman, nyaman, serta melahirkan generasi muda yang cerdas dan berkarakter kuat.
