Ketenangan wilayah pedesaan di Gunung Kidul kini terusik oleh ancaman zat adiktif yang mulai merambah ke kalangan remaja sekolah menengah. Pihak kepolisian baru-baru ini mengungkap adanya jaringan peredaran narkoba jenis baru berbentuk pil yang dikemas menyerupai permen vitamin dengan harga yang sangat terjangkau. Target utama dari pengedar ini adalah para pelajar di pelosok desa yang minim informasi mengenai bahaya narkotika. Modus ini dianggap sangat berbahaya karena tampilannya yang tidak mencurigakan sehingga mudah diselundupkan ke dalam lingkungan sekolah tanpa terdeteksi oleh guru maupun orang tua.
Laporan mengenai peredaran narkoba ini bermula dari temuan warga tentang adanya sekelompok remaja yang mengalami halusinasi dan penurunan kesadaran secara drastis setelah mengonsumsi “permen” pemberian orang asing. Setelah dilakukan uji laboratorium, zat tersebut terbukti mengandung bahan kimia sintetis yang dapat merusak jaringan otak dalam waktu singkat. Tim satuan narkoba Polres Gunung Kidul bergerak cepat dengan meringkus dua orang tersangka yang berperan sebagai kurir lapangan. Penangkapan ini membuka tabir bahwa sindikat tersebut sengaja memanfaatkan kelengahan di wilayah pinggiran yang jarang terpantau oleh patroli rutin kepolisian perkotaan.
Dampak dari maraknya peredaran narkoba di tingkat desa ini sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan generasi muda di Yogyakarta. Selain merusak kesehatan fisik, ketergantungan pada zat ini memicu peningkatan angka kriminalitas jalanan yang dilakukan oleh remaja demi mendapatkan uang untuk membeli barang haram tersebut. Sosialisasi intensif kini mulai digencarkan ke sekolah-sekolah di pelosok Gunung Kidul dengan melibatkan tokoh masyarakat dan perangkat desa. Literasi mengenai bahaya narkoba jenis baru harus disampaikan secara visual agar para siswa mampu mengenali dan menolak pemberian barang mencurigakan dari siapa pun.
Langkah hukum yang tegas sedang ditempuh terhadap para pelaku peredaran narkoba tersebut dengan ancaman hukuman penjara maksimal sesuai Undang-Undang Narkotika. Pihak berwajib juga mengimbau para orang tua untuk lebih peduli terhadap perubahan perilaku anak dan rutin mengecek barang bawaan mereka saat pulang sekolah. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan keluarga adalah benteng terkuat dalam memerangi sindikat narkoba yang mencoba merusak masa depan anak cucu kita. Mari kita jaga Gunung Kidul agar tetap menjadi wilayah yang sehat dan bersih dari pengaruh zat terlarang yang menghancurkan jiwa dan raga.
