Isu pernikahan pada usia dini masih menjadi tantangan sosial yang cukup serius di berbagai wilayah, termasuk di daerah yang sedang berkembang seperti di Kabupaten Gunungkidul. SMAN 1 Wonosari secara proaktif menjalankan kampanye cegah nikah dini untuk membekali para siswanya dengan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan mental dan finansial sebelum berkeluarga. Sekolah menekankan bahwa fokus utama remaja saat ini seharusnya adalah mengejar pendidikan setinggi mungkin guna meraih cita-cita yang telah diimpikan sejak kecil di bangku sekolah. Edukasi mengenai dampak kesehatan dan ekonomi dari pernikahan yang dipaksakan di usia muda menjadi materi rutin dalam program bimbingan konseling bagi seluruh siswa kelas sepuluh hingga dua belas.
Pernikahan dini sering kali menjadi penghambat utama bagi perempuan muda untuk mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi aktif dalam memajukan ekonomi daerah di masa depan. Melalui gerakan cegah nikah dini, siswa diajak untuk memahami hak-hak mereka sebagai warga negara dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan perlindungan dari eksploitasi di bawah umur. Guru dan konselor sekolah memberikan pendampingan psikologis agar siswa memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menentukan jalan hidup mereka sendiri tanpa tekanan sosial yang merugikan batin. Penekanan pada pentingnya meraih gelar sarjana sebelum memasuki jenjang pernikahan terus disosialisasikan agar siswa memiliki visi hidup yang panjang dan terencana secara matang.
Pihak sekolah juga menggandeng dinas kesehatan dan lembaga perlindungan anak untuk memberikan penyuluhan mengenai risiko biologis kehamilan pada usia yang terlalu muda bagi remaja perempuan. Sosialisasi mengenai cegah nikah dini ini bertujuan untuk menurunkan angka putus sekolah yang disebabkan oleh faktor perkawinan paksa atau faktor ekonomi yang sering kali menjadi alasan utama. Siswa diajarkan cara mengelola relasi pertemanan yang sehat dan menghindari pergaulan bebas yang dapat memicu konsekuensi yang tidak diinginkan bagi masa depan akademik mereka di sekolah. Dengan pengetahuan yang komprehensif, siswa mampu membuat keputusan yang bijaksana dan bertanggung jawab atas setiap langkah yang mereka ambil dalam kehidupan pribadi mereka.
