Pengembangan sektor pariwisata di wilayah Gunungkidul kini memasuki babak baru yang melibatkan peran aktif institusi pendidikan. Melalui konsep Desa Wisata, masyarakat lokal diajak untuk mengoptimalkan potensi daerahnya bukan hanya dari keindahan alam, melainkan juga dari kualitas layanan keramah-tamahan. Sinergi ini semakin kuat dengan keterlibatan SMA 1 Wonosari yang berperan sebagai mitra strategis dalam memberikan pelatihan literasi digital dan bahasa asing bagi para pengelola penginapan lokal. Hasilnya, kini tersedia panduan homestay murah yang tidak hanya terjangkau secara harga, tetapi juga menawarkan kualitas pelayanan yang standar bagi para pelancong.
Gunungkidul yang terkenal dengan pantai dan goanya kini memiliki alternatif akomodasi yang lebih membumi. Keterlibatan para siswa dan guru dari SMA 1 Wonosari dalam program ini difokuskan pada pemetaan potensi rumah-rumah warga yang layak dijadikan penginapan. Para siswa membantu pemilik rumah untuk mendaftarkan properti mereka di berbagai platform pemesanan daring (OTA) dan mengelola media sosial sebagai sarana promosi. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses informasi bagi para pelancong yang sedang mencari bagi turis pilihan tempat tinggal sementara yang memberikan pengalaman otentik hidup di pedesaan Yogyakarta.
Dalam panduan homestay murah yang disusun secara kolaboratif ini, terdapat beberapa kriteria utama yang menjadi acuan bagi wisatawan. Pertama adalah aspek kebersihan dan ketersediaan fasilitas dasar yang memadai. Kedua adalah lokasi yang strategis, dekat dengan objek wisata namun tetap tenang. Melalui pendampingan dari SMA 1 Wonosari, para pengelola diajarkan cara mengemas paket wisata yang menarik, misalnya dengan menyertakan kegiatan bercocok tanam atau memasak makanan tradisional bersama pemilik rumah. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara maupun domestik yang bosan dengan suasana hotel berbintang yang kaku.
Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Desa Wisata ini dengan mempermudah perizinan dan memberikan subsidi pelatihan bagi warga. Fokus utama dari program ini adalah pemerataan ekonomi agar pendapatan dari sektor pariwisata tidak hanya berhenti di pengusaha besar, tetapi juga mengalir langsung ke kantong-kantong penduduk desa. Peran SMA 1 Wonosari sebagai institusi pendidikan unggulan di wilayah tersebut memberikan jaminan bahwa proses edukasi kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan dan terukur. Para siswa pun mendapatkan pengalaman nyata mengenai kewirausahaan sosial yang relevan dengan kebutuhan daerah mereka.
